Conrad Nicholson Hilton – anak kedua dari 8 orang kakak beradik dilahirkan pada tahun 1887 di San Antonio, wilayah Meksiko. Ayahnya seorang pendatang dari Norway, seorang yang tekun barusaha tetapi telah mengalami beberapa kerugian dalam bisnis. Bisnis utamanya adalah sebuah toko kelontong. Keuntungan yang di peroleh memungkinkan mereka membangun sebuah rumah besar dengan beberapa kamar. Semasa resesi pada tahun 1907, uang sulit di peroleh. Dengan uang simpanan, Conrad pergi ke stasiun kereta api untuk mengiklankan bisnisnya. Dengan tarif US $ 1 para penginap diberikan layanan ramah dengan sebuah kamar yang bersih dan hidangan makanan yang di masak oleh Nyonya Mary Hilton ( ibunya )…


Akhirnya Conrad sukses mengelola hotelnya sendiri dan selepas era resesi ekonomi, Hilton terus terlibat dalam bisnis apa saja yang bisa diceburi, membangun jaringan Hotel Hilton sehingga menjadi sebuah organisasi yang dihormati dalam memberikan layanan ramah dan paling baik di dunia.

Gerakan Non-Blok (GNB) (bahasa Inggris: Non-Aligned Movement/NAM) adalah suatu organisasi internasional yang terdiri dari lebih dari 100 negara-negara yang tidak menganggap dirinya beraliansi dengan atau terhadap blok kekuatan besar apapun. Tujuan dari organisasi ini, seperti yang tercantum dalam Deklarasi Havana tahun 1979, adalah untuk menjamin “kemerdekaan, kedaulatan, integritas teritorial, dan keamanan dari negara-negara nonblok” dalam perjuangan mereka menentang imperialisme, kolonialisme, neo-kolonialisme, apartheid, zionisme, rasisme dan segala bentuk agresi militer, pendudukan, dominasi, interferensi atau hegemoni dan menentang segala bentuk blok politik.[1] Mereka merepresentasikan 55 persen penduduk dunia dan hampir 2/3 keangotaan PBB. Negara-negara yang telah menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi (KTT) Non-Blok termasuk Yugoslavia, Mesir, Zambia, Aljazair, Sri Lanka, Kuba, India, Zimbabwe, Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan dan Malaysia.

Anggota-anggota penting di antaranya Yugoslavia, India, Mesir, Indonesia, Pakistan, Kuba, Kolombia, Venezuela, Afrika Selatan, Iran, Malaysia, dan untuk suatu masa, Republik Rakyat Cina. Meskipun organisasi ini dimaksudkan untuk menjadi aliansi yang dekat seperti NATO atau Pakta Warsawa, negara-negara anggotanya tidak pernah mempunyai kedekatan yang diinginkan dan banyak anggotanya yang akhirnya diajak beraliansi salah satu negara-negara adidaya tersebut. Misalnya, Kuba mempunyai hubungan yang dekat dengan Uni Soviet pada masa Perang Dingin. Atau India yang bersekutu dengan Uni Soviet untuk melawan Tiongkok selama beberapa tahun. Lebih buruk lagi, beberapa anggota bahkan terlibat konflik dengan anggota lainnya, seperti misalnya konflik antara India dengan Pakistan, Iran dengan Irak. Gerakan ini sempat terpecah pada saat Uni Soviet menginvasi Afganistan pada tahun 1979. Ketika itu, seluruh sekutu Soviet mendukung invasi sementara anggota GNB, terutama negara dengan mayoritas muslim, tidak mungkin melakukan hal yang sama untuk Afghanistan akibat adanya perjanjian nonintervensi.

Read the rest of this entry »

Budiono Darsono Iseng-iseng nyari siapa sih tokoh di balik kesuksesan media online terbesar di Indonesia, Detik.com. Pas searching di Google, muncullah satu nama yang muncul paling atas, Budiono Darsono. Beliau adalah salah satu dari 4 pendiri Detik.com, sedangkan yang lainnya adalah Yayan Sopyan (eks wartawan DeTik), Abdul Rahman (mantan wartawan Tempo), dan Didi Nugrahadi. Setelah itu, saya browsing nama Bapak Budiono Sudarsono ini di Google. Ternyata, tidak banyak yang menulis tentang profil Beliau, salah satunya blog resmi Beliau sendiri di sini.

Budiono Darsono lahir di Semarang, 1 Oktober 1960 (sumber dari blog, tapi di Facebook 1 Oktober 1962). Saat ini sudah memiliki 2 orang anak, yang salah satunya sedang menempuh studi di ITB, satu almamater dengan saya :D .

Read the rest of this entry »

Pyra Labs merupakan perusahaan yang mengeluarkan sebutan Blogger, dan menjadikan layanan ini sukses besar.
Pendirinya adalah Evan Williams dan Meg Hourihan, dan produk pertama perusahaan ini, juga dinamai ‘Pyra’, merupakan aplikasi web yang dapat menggabungkan pengelolaan proyek, kontak, dan daftar tugas. Tahun 1999, masih dalam tahap ujicoba, Pyra diubah menjadi peralatan bernama Blogger. Layanan ini disebarluaskan pada Agustus 1999. Kebanyakan dilakukan oleh Paul Bausch dan Matthew Haughey.

Tahun 2002, Blogger dibuat ulang seluruhnya untuk menawarkannya kepada perusahaan lain, yang pertama adalah Globo dari Brazil.
Perusahaan ini diambil alih Google tahun 2003. Karyawan Pyra Labs pada ma
sa pengambilan alih adalah Evan Williams, Jason Shellen, Steve Jenson, Jason Sutter, Jason Goldman dan Rudy Winnacker.
Tahun 2004, Evan meninggalkan Google. Tahun 2006, Jason Goldman meninggalkan Google. Evan kemudian membentuk Obvious Corp. Meg dikaitkan dengan Kinja dan situs lainnya.

Sumber : http://speedy-058-sma.blogspot.com/

Willy Sidharta

Nama Tirto Utomo seolah sudah memberikan isyarat bahwa garis hidupnya ada di bisnis air minum. Orangnya sederhana, ramah, murah senyum, namun cerdas berpikir. Ia menganut gaya manajemen kekeluargaan dan mempercayai kemampuan karyawannya melalui sejumlah pengembangan dan latihan manajemen.

Sosok pendiri AQUA, Tirto Utomo, dilahirkan di Wonosobo, Jawa Tengah tanggal 8 Maret 1930. Karena di Wonosobo tidak ada SMP maka Tirto Utomo harus bersekolah di Magelang yang berjarak sekitar 60 kilometer dari kota kelahirannya itu. Perjalanan itu ditempuhnya dengan bersepeda. Kehidupannya tergolong lumayan karena orangtuanya pengusaha susu sapi dan pedagang ternak. Lulus SMP Tirto Utomo melanjutkan sekolah ke HBS (sekolah setingkat SMA di zaman Hindia Belanda) di Semarang kemudian dilanjutkan ke HBS St. Albertus di Malang. Teman sekolahnya antara lain mantan menteri perdagangan Rahmat Saleh dan mantan gubernur NTT Ben MBoi.

Masa remaja Tirto Utomo dihabiskan di Malang, sampai bertemu dengan istrinya Lisa atau Kienke (Kwee Gwat Kien) yang sekolah di sekolah susteran. Seperti lazimnya sekolah Katholik pada waktu itu maka sekolah untuk murid laki-laki dan murid perempuan dipisah. Mereka berdua sempat bertemu hanya di lapangan olahraga tetapi pacarannya sangat awet.

Read the rest of this entry »

mengenal Twitter

Tentunya Anda sudah tahu yang namanya Twitter. Twitter adalah sebuah micro-blogging atau blog mikro atau dapat dikatakan sebuah jejaring sosial seperti halnya Facebook. Di Indonesia memang Twitter kalah populer dibandingkan
dengan Facebook yang saat ini sudah mencapai lebih dari 200 juta pengguna di seluruh dunia. Tapi tahukah Anda bahwa Twitter juga merupakan sebuah jejaring sosial yang cukup ampuh apabila Anda memanfaatkannya untuk mencari, mendapatkan teman serta memasarkan bisnis online Anda.

Di Amerika, Twitter sangatlah populer bahkan hampir bisa disamakan kepopulerannya dengan Facebook. Salah satu hal yang menyebabkan mengapa Twitter begitu populer adalah karena kesederhanaannya serta mampu menjawab tantangan sebuah media sosial untuk saling berkomunikasi secara lebih simpel antar pengguna.
Sejarah Twitter

Twitter didirikan oleh 3 orang yaitu Jack Dorsey, Biz Stone, dan Evan Williams pada bulan Maret tahun 2006. Dan baru diluncurkan bulan Juli ditahun yang sama. Twitter adalah jejaring sosial dan micro-blogging dimana kita sebagai pengguna dapat memberikan informasi update (perbaruan) informasi tentang diri kita, bisnis dan lain sebagainya.

Read the rest of this entry »

Berawal dari 3 mahasiswa Indonesia yang belajar di Amerika
Serikat. Salah satu diantara 3 orang itu adalah Andrew Darwis. Terciptalah sebuah situs pada tanggal 6 November 2000. Delapan tahun kemudian situs itu yang diberi nama KASKUS itu menjadi situs komunitas Indonesia terbesar. Awal mulanya mendirikan KASKUS menurut Andrew, banyak orang Indonesia di luar negri yang tidak bisa mengakses informasi tentang Indonesia akibat keterbatasan situs yang ada pada saat itu.

Maka pada tahun 2000 itu tiga mahasiswa Indonesia menciptakan situs yang memungkinkan setiaporang Indonesia berbagi informasi.

Pada awalnya Kaskus kesulitan untuk mendapatkan 1 anggota saja untuk join jadi anggota, saking sulitnya yang join dalam 1 minggu maksimal hanya ada 3 orang, mereka bertiga terus melakoni usahanya sembari belajar dan bekerja di Amerika.

Read the rest of this entry »

Henry Ford was an inventor, philanthropist and successful American businessman. Ford was the founder of the still popular Ford Motor Company which had its first success with the Model T Ford car that was released in 1908. Henry Ford revolutionized the way cars were designed and built, introducing assembly line factories for producing mass amounts of vehicles that led to lower prices for consumers and an explosion in car ownership throughout the United States.

Henry Ford was born on July 30, 1863 in Dearborn, Michigan, United States, in what was then known as Springwells Township. Ford’s parents were Irish immigrants and the family lived on a farm, with Henry Ford being the eldest of six children. The family had a comfortable upbringing on the farm with a decent income, but even as a young person, Ford believed there was too much work and not enough income living from the land.

“It was life on the farm that drove me into devising ways and means to better transportation. I was born on July 30, 1863, on a farm at Dearborn, Michigan, and my earliest recollection is that, considering the results, there was too much work on the place.” Henry Ford Quote

Read the rest of this entry »

German inventor Carl Benz (1844-1929) is one of the many individuals given credit for the creation of the first automobile. In 1885 he invented the motorized tricycle, which became the first “horseless carriage” to be driven by an internal combustion engine. Benz’s contributions to automotive design also included the creation of such features as a carburetor and an electrical ignition system.

Carl Benz was a German engineer and inventor who was responsible for many contributions to the design of modern automobiles. He developed an internal combustion gasoline engine for his 1885 version of the “horseless carriage,” which was initially a three-wheeled vehicle. Other innovations by Benz included a simple carburetor, an electrical ignition system, rack-and-pinion steering, and water cooling. For his development of the 1885 motorized tricycle, Benz is given credit by some for creating the first automobile, while others contend that the three-wheel design did not constitute a true modern car. Regardless of his right to the title of inventor of the automobile, Benz did leave his mark on the auto industry by pioneering one of the first marketable motorized vehicles and founding the automobile company that came to be known as Mercedes-Benz.

Read the rest of this entry »

William Soeryadjaya adalah pendiri PT Astra Internasional, seorang pekerja keras, ulet dan pantang menyerah untuk membangun kerajaan bisnisnya.Bagaimanakah kisah perjalanan bisnis taipan ulung anak pedagang Majalengka yang bernama Asli Tjia Kian Liong itu? Bisnis yang dilakoni pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922, itu sesungguhnya diawali dengan penuh pahit dan getir.

William telah menjadi yatim piatu pada usia 12 tahun. Menginjak usia 19 tahun, sekolahnya di MULO, Cirebon, putus di tengah jalan. Ia kemudian banting setir menjadi pedagang kertas di Cirebon.

Selain berdagang kertas, William muda juga berdagang benang tenun di Majalaya. Tak begitu lama, ia beralih menjadi pedagang hasil bumi, seperti minyak kacang, beras, dan gula. “Dengan berdagang, saya dapat membantu kehidupan saudara-saudara saya,” ujar anak kedua dari lima bersaudara keluarga pedagang ini, suatu ketika.

Dari perolehan hasil berdagang itu, William muda lalu melanjutkan studinya ke Belanda, dengan masuk ke Middlebare Vakschool V/d Leder & Schoen Industrie Waalwijk, sekolah industri yang mengajarkan penyamakan kulit. Begitu kembali ke Tanah Air tahun 1949, William mendirikan industri penyamakan kulit, yang kepengurusannya dia serahkan kepada seorang kawannya. Tiga tahun kemudian, William mendirikan CV Sanggabuana, bergerak di bidang perdagangan dan ekspor-impor. Cuma cilakanya, dalam menggeluti bisnis ini, ia ditipu rekannya. “Saya rugi jutaan DM,” ujar William.

Read the rest of this entry »