Ashadi Siregar
Dosen dan Novelis

Ashadi Siregar pada tahun 1979 menerbitkan novelnya yang berjudul Jentera Lepas (1979) yang menceritakan nasib sebuah keluarga yang berkaitan dengan PKI sesudah peristiwa tahun 1965.

Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerbitan Yogyakarta (LP3Y) Ashadi Siregar berpendapat, pengendalian penduduk Indonesia tetap menjadi agenda serius. Betapa akan semakin kompleksnya persoalan yang bakal menindih bangsa ini jika isu tentang kependudukan ditelantarkan dalam agenda pembangunan. Alasannya jelas, Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia-setelah China, India, dan Amerika Serikat (AS)-akan mengalami ketimpangan yang mengganggu stabilitas.

Memang ada pandangan yang mengatakan, penduduk dengan jumlah besar dapat saja merupakan kekuatan pembangunan. Anggapan seperti itu tentu saja bisa dibenarkan jika penduduknya diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tinggi.

Negara dengan penduduk berkualitas seperti itu barangkali hanya AS (265 juta jiwa) dan Jepang (124 juta jiwa). Di kedua negara ini, penduduknya telah menjadi aset pertumbuhan ekonominya.

Sementara untuk kasus Indonesia, seiring dengan jumlah penduduknya yang terus meledak, sekaligus juga mengusung potensi ketidastabilan bangsa. Persoalannya, ternyata hanya sekitar 31 persen penduduknya yang berpendidikan sekolah menengah pertama (SMP) ke atas.

Atau sebaliknya, sebagian besar penduduknya hanya sampai tingkat sekolah dasar (SD), bahkan tidak pernah sekolah. Kecuali itu, penduduk negeri ini tergolong rendah dalam produktivitas, etos kerja, kreativitas, derajat kesehatan, dan lainnya (Buku Sumber untuk Advokasi KB, KR, Gender dan Pembangunan Kependudukan, 2003).

Sumber : http://www.tokohindonesia.com

One Response to “ASHADI SIREGAR”

  1. Larry Says:

    dawns@untreated.boatmen” rel=”nofollow”>.…

    ñïàñèáî!…

Leave a Reply